Pucuk cemara tidak usah dipanjat karena akan melengkung, patah, lalu kita terjatuh, sakit, kapok. Biarkan pucuk di tetap di atas. Raihlah pucuk cemara itu dengan rapelling dari helikopter. Ciumilah pucuk itu. Selalu ada cara menggapai puncak.
Jangan menghina, jangan melecehkan. Keberuntungan akan datang pada siapapun pada saat yang tepat! Sebagai cita-cita, untuk dipuja wanita, bolehlah. Tanpa cita-cita, tanpa impian, hidup ini sangat membosankan. Maka berkatalah Ismadi Nur Mahmudi, “Hidup ini penuh perjuangan untuk menggenapi impian. Tanpa itu kita hanya tahi sapi!” Siapa Ismadi? Dia tetangga teman saya yang tidak saya kenal pribadi, tapi saya percaya akan kata-katanya. Ismadi selalu bermimpi jadi pangeran dangdut, tapi tak pernah terwujud. Dia tidak stres apalagi malu.
boneth eks dewiAmarah 19:16 pada Oktober 30, 2009 Permalink
huahahahahahahaha…
sampeyan ndak kenal Ismadi tapi berani2 ngutip kata2nya
tapi emang benul sih..
bermimpi dan berjuang meraih mimpi itu, itulah kunci kesuksesan.